WARTABANJAR.COM – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara resmi mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal besar-besaran yang menargetkan sejumlah objek vital milik Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut pada Sabtu (7/3/2026).
Dalam pernyataan resminya, unit elite angkatan bersenjata Iran tersebut mengonfirmasi bahwa unit artileri rudal mereka berhasil menjangkau wilayah Israel utara.
“Kilang minyak Haifa telah dihantam secara presisi oleh rudal Kheibar Shekan milik Iran,” tulis pernyataan IRGC yang disiarkan oleh media pemerintah.
Rudal Kheibar Shekan dikenal sebagai salah satu alutsista tercanggih Iran yang memiliki jangkauan jarak jauh dengan kemampuan manuver tinggi untuk menembus sistem pertahanan udara.
Serangan terhadap kilang minyak di Haifa ini diprediksi akan mengguncang stabilitas pasokan energi dan ekonomi Israel di tengah kecamuk perang yang tak kunjung padam.
Pangkalan AS Jadi Sasaran
Tak hanya menyasar Israel, IRGC juga memperluas jangkauan serangannya terhadap aset-aset militer Amerika Serikat. Laporan menyebutkan bahwa pangkalan militer AS di Bahrain serta konsentrasi pasukan AS yang berada di Hotel Marina Dubai turut menjadi sasaran rudal dan drone Iran.
Langkah ini menandai babak baru keterlibatan langsung Iran dalam konfrontasi terbuka dengan Washington.
Pihak IRGC menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pasukan asing yang dianggap terlibat dalam agresi terhadap kedaulatan Iran. (Wartabanjar.com/inilah.com)







