Messi dkk “Dibohongi” Donald Trump saat Kunjungan ke Gedung Putih, Mascherano: Harusnya Bahas Sepakbola
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kunjungan skuad Inter Miami CF bersama kapten mereka Lionel Messi ke Gedung Putih memicu sorotan. Pelatih Inter Miami, Javier Mascherano, mengaku heran karena acara yang seharusnya berisi pembahasan sepakbola justru diselingi isu politik oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Skuad Inter Miami diundang ke Gedung Putih untuk merayakan keberhasilan mereka menjuarai Major League Soccer musim 2025. Tradisi di Amerika Serikat memang biasanya mengundang tim juara liga olahraga untuk bertemu presiden sebagai bentuk penghormatan atas prestasi mereka.
Namun dalam acara tersebut, Trump membuka pidatonya dengan menyinggung situasi geopolitik, khususnya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Ia bahkan memuji kemampuan militer AS dan sekutunya dalam menghancurkan rudal serta drone milik Iran.
Hal ini membuat Mascherano terkejut karena sebelumnya pihak tim telah mendapat informasi bahwa pembicaraan di acara tersebut hanya akan berkisar pada sepakbola dan ucapan selamat atas gelar juara.
Mascherano menyebut bahwa mereka merasa seperti “dibohongi” karena kenyataannya pidato presiden menyimpang dari agenda awal yang telah disampaikan kepada tim.
Meski demikian, acara tetap berlangsung dengan Trump memberikan pujian kepada Messi atas kontribusinya membawa Inter Miami meraih gelar MLS. Dalam kesempatan itu, Messi juga menyerahkan hadiah kepada Trump berupa jersey khusus Inter Miami, bola sepak bertema klub, serta jam tangan sebagai kenang-kenangan.
Inter Miami sendiri meraih gelar MLS Cup 2025 setelah mengalahkan Vancouver Whitecaps di final, sekaligus menandai pencapaian penting dalam sejarah klub yang diperkuat sejumlah pemain bintang dunia.
Kunjungan ini pun menjadi momen yang menyita perhatian publik, karena pertemuan antara ikon sepakbola dunia seperti Messi dengan Presiden Amerika Serikat sering kali menjadi simbol persilangan antara dunia olahraga, politik, dan budaya populer. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar