Ribuan Jamaah Padati Sabilal Muhtadin, Wagub Kalsel Sebut Nuzulul Qur’an Penguat Persatuan Umat
Menurutnya, Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah atau pengelola di muka bumi. Karena itu, manusia memerlukan pedoman hidup yang jelas, yaitu Al-Qur’an.
“Al-Qur’an adalah petunjuk hidup (Al-Huda) bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat,” ujar Guru Busu.
Ia juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki banyak fungsi penting, di antaranya sebagai sumber hukum utama dalam Islam, pembeda antara yang benar dan yang batil (Al-Furqan), penyembuh hati (Asy-Syifa), serta sumber ilmu pengetahuan dan peringatan bagi manusia.
Guru Busu juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW agar rumah-rumah umat Islam dihiasi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Menurutnya, rumah yang sering diperdengarkan bacaan Al-Qur’an akan terasa lapang dan menenangkan. Sebaliknya, rumah yang jarang terdengar bacaan Al-Qur’an akan terasa seperti kuburan yang gelap dan sempit.
“Alhamdulillah di tempat kita, anak-anak kita banyak yang pandai membaca Al-Qur’an,” katanya.
Sekitar 3.000 Jamaah Hadiri Peringatan
Ketua Badan Pengelolaan Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa peringatan malam Nuzulul Qur’an tahun ini diikuti sekitar 3.000 jamaah dari Banjarmasin dan daerah sekitarnya.
Ia menjelaskan bahwa tanggal 17 Ramadan merupakan momentum turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, yang setiap tahun diperingati umat Islam di berbagai masjid dan tempat ibadah.
“Peringatan malam Nuzulul Qur’an saat ini juga dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, yang diikuti Presiden Prabowo Subianto,” ujar Tambrin.(sal/adpim)
editor: nur_muhammad