JELANG NUZULUL QUR’AN! Makna dan Sejarah Turunnya Wahyu Pertama di Gua Hira pada 17 Ramadan

WARTABANJAR.COM – Nuzulul Qur’an merupakan salah satu peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam. Momen ini menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril saat beliau sedang beribadah di Gua Hira.

Peristiwa tersebut diyakini terjadi pada 17 Ramadan, ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama berupa lima ayat awal Surah Al-Alaq. Sejak saat itu, Al-Qur’an mulai diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Pengertian Nuzulul Qur’an

Secara bahasa, kata “nuzul” berasal dari bahasa Arab nazala yang berarti turun. Oleh karena itu, Nuzulul Qur’an dimaknai sebagai peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke langit dunia, kemudian disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap melalui Malaikat Jibril.

Proses penurunan wahyu tersebut berlangsung selama sekitar 23 tahun, yakni 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah, hingga wahyu terakhir menjelang wafatnya Rasulullah SAW.

Kisah Turunnya Wahyu Pertama

Peristiwa Nuzulul Qur’an bermula ketika Nabi Muhammad SAW sedang menyendiri untuk beribadah di Gua Hira yang terletak di Jabal Nur, sekitar enam kilometer dari Kota Makkah.

Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 40 tahun. Tiba-tiba Malaikat Jibril datang dan menyampaikan wahyu pertama berupa lima ayat Surah Al-Alaq.

Dalam riwayat disebutkan, Malaikat Jibril memerintahkan Nabi untuk membaca dengan ucapan “Iqra” yang berarti “bacalah”. Perintah tersebut disampaikan berulang kali hingga Rasulullah SAW menerima dan mendengarkan ayat yang dibacakan oleh Malaikat Jibril.

Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai awal turunnya Al-Qur’an kepada umat manusia.

Mengapa Al-Qur’an Diturunkan Secara Bertahap