Ia menambahkan, partisipasi anak dalam proses perencanaan menjadi salah satu indikator terwujudnya kebijakan yang ramah anak dan responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

Melalui forum ini, DP2KBP3A Tanah Laut menargetkan tercapainya kesepakatan prioritas pembangunan untuk tahun 2026 dan 2027. Beberapa fokus utama yang dibahas meliputi percepatan penurunan angka stunting, penguatan program keluarga berencana, serta perlindungan khusus bagi anak.

Forum Konsultasi Publik ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam menyusun Renja 2027 yang inklusif, partisipatif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Tanah Laut.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur_muhammad