“Aplikasi ini juga bertujuan memastikan orang tidak mengikuti lebih dari satu pelatihan yang dibiayai sumber pendanaan yang sama, serta menyediakan sistem pendaftaran pelatihan berbasis digital yang transparan dan akuntabel,”papar Hadi.
Sementara itu, Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengatakan, peluncuran aplikasi ini merupakan wujud nyata implementasi visi Tabalong Smart.
“Kita ingin menghadirkan tata kelola ke kata kerja yang modern, berbasis digital, transparan dan terintegrasi,”ujarnya.
Bupati berharap aplikasi ini dapat memastikan pemerataan pelatihan dan tidak ada lagi satu orang yang mengikuti pelatihan lebih dari satu.
“Jangan sampai nanti tadi ada satu orang bisa sampai ke empat sampai lima kali mengikuti pelatihan dan yang lain tidak kebagian, kita ingin pemerataan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu







