Kasus ISPA Banjarbaru Tembus 4.062 di Awal 2026, Balita dan Dewasa Jadi Kelompok Terbanyak
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut, ISPA, di Kota Banjarbaru tercatat tinggi pada Januari 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banjarbaru, jumlah kasus mencapai 4.062, sementara dalam Program ISPA tercatat 3.911 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, P2P, Dinas Kesehatan Banjarbaru, dr Siti Ningsih, menjelaskan tingginya angka kasus dipengaruhi sejumlah faktor, terutama perubahan musim atau pancaroba.
“Perubahan musim meningkatkan penularan virus pernapasan. Selain itu, kepadatan aktivitas masyarakat pasca libur akhir tahun juga turut berkontribusi,” ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menambahkan paparan debu, asap rokok, dan polusi udara turut memperbesar risiko penularan. Penurunan daya tahan tubuh, khususnya pada anak-anak dan lansia, serta perilaku hidup bersih dan sehat yang belum optimal juga menjadi faktor pendukung.
“ISPA merupakan penyakit yang mudah menular melalui droplet atau percikan batuk dan bersin, sehingga peningkatan mobilitas masyarakat berdampak pada naiknya kasus,” jelas dr Siti.
Didominasi balita dan dewasa
Dari sisi kelompok usia, balita menjadi salah satu kelompok rentan dengan 1.087 kasus tercatat hingga Januari sampai Februari 2026. Sementara kelompok dewasa tercatat sebanyak 1.520 kasus.
“Secara umum, balita, anak-anak, lansia, serta individu dengan komorbid atau daya tahan tubuh rendah menjadi kelompok paling rentan terpapar ISPA,” ungkapnya.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Landasan Ulin mencatat jumlah kasus tertinggi yakni 950 kasus. Disusul Kecamatan Banjarbaru Selatan sebanyak 773 kasus dan Kecamatan Liang Anggang sebanyak 721 kasus.
Gejala dan imbauan
Gejala ISPA meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, badan lemas, hingga sesak napas pada kondisi lebih berat. Gejala dapat muncul sebagian maupun seluruhnya.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
“Selain itu, masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup. Jika gejala tidak membaik, segera berobat ke fasilitas kesehatan,” pungkas dr Siti.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur_muhammad