Divestasi Freeport Dipercepat, Kepemilikan Indonesia Ditarget 63 Persen

Ia mencontohkan, Freeport telah membangun fasilitas smelter tembaga bernilai hampir US$4 miliar, yang diklaim sebagai salah satu smelter terbesar di dunia. Pemerintah juga membuka peluang investasi bagi perusahaan AS di sektor nikel, logam tanah jarang, dan mineral kritis lainnya.

Namun, Bahlil menegaskan kebijakan hilirisasi tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah tidak akan kembali membuka ekspor bahan mentah.
“Yang dimaksud adalah setelah dilakukan pemurnian, hasilnya dapat diekspor,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar