Menurut Ellyana, tema tersebut memiliki makna mendalam karena Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Al-Qur’an adalah cahaya yang menuntun langkah kita sekaligus penyejuk hati. Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kita dengan Al-Qur’an, bukan hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkannya,” katanya.

Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalsel melaksanakan ibadah sunat tadarusan Al-Qur'an, Kamis (19/02/2026) di Aula Sasangga Banua Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin.(Septian Saputra)

Ramadan Bulan Ampunan dan Pahala Berlipat

Ellyana juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan ampunan. Setiap ayat yang dibaca dan setiap huruf yang dilafalkan memiliki nilai pahala yang besar.

Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota TP PKK menjadikan tadarus sebagai sarana memperbaiki diri serta menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, bahkan setelah Ramadan berakhir.

“Saya berharap kegiatan tadarus ini menjadi gerakan bersama untuk membiasakan membaca dan memahami Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” pungkasnya.(sal/adpim)

editor: nur_muhammad