BACA JUGA: Waspada Banjir Rob di Pesisir Kalsel Pada 16-24 Februari

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah bersama ormas Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Kriteria MABIMS mensyaratkan hilal tidak sekadar “ada” di atas ufuk, tetapi harus memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat agar dianggap memenuhi syarat untuk bisa dilihat (rukyatul hilal).

Prediksi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan adanya potensi perbedaan.

Jika pada 17 Februari sore posisi hilal dinilai belum memenuhi kriteria MABIMS secara fisik, maka ada kemungkinan pemerintah akan menggenapkan (istikmal) bulan Syakban menjadi 30 hari, sehingga awal puasa versi pemerintah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu