WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pelaku pelemparan kembang api yang melukai Emil Audero saat laga Serie A Cremonese versus Inter Milan mendapat sanksi larangan datang ke stadion selama empat tahun penuh.
Ultras Inter Milan berusia 19 tahun itu melempar kembang api dari tribun penonton yang meledak di dekat kiper Cremonese Emil Audero pada pertandingan Serie A pekan ke-23.
Insiden terjadi saat Inter Milan unggul 2-0 atas Cremonese di Stadion Giovanni Zini, memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara untuk pemeriksaan keamanan yang lebih ketat.
Audero, yang juga kiper Timnas Indonesia, mengalami luka kecil dan bekas bakar di kakinya namun tetap melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan medis.
Menurut laporan Tutto Mercato Web, pelaku kini menjalani tahanan rumah dan tidak diizinkan hadir pada semua laga Inter Milan di stadion selama empat musim ke depan.
Pelaku pelemparan kembang api kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada Emil Audero, kedua klub, dan semua suporter yang terdampak insiden tersebut.
Permintaan maaf itu disampaikan dengan menyatakan tidak ada niat untuk menargetkan pemain lawan maupun mencelakakan siapa pun di tribun stadion.
Langkah ini diambil setelah kepolisian mengidentifikasi dan menangkap pelaku kurang dari 48 jam setelah kejadian berkat bukti rekaman CCTV.
Larangan itu diberlakukan sebagai upaya otoritas sepak bola Italia mencegah kejadian serupa dan menjaga keselamatan pemain serta penonton di masa depan.













