HUT ke 80 Bhayangkara, Kelurahan Telawang Banjarmasin Resmi Jadi Kampung Bebas dari Narkoba
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Dalam rangka HUT ke 80 Bhayangkara, Polresta Banjarmasin tetapkan Kelurahan Telawang, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan sebagai Kampung Bebas Dari Narkoba (KBDN), pada Selasa (16/6) siang.
Penetapan tersebut merupakan hasil sinergi antara Satres Narkoba Polresta Banjarmasin dan berbagai pihak terkait dalam upaya memperkuat pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.
Deklarasi ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah kelurahan maupun warga setempat, yang diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas narkoba demi mendukung lahirnya generasi masa depan yang lebih berkualitas.
Lurah Telawang, Rabiul Awalin, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai salah satu Kampung Bebas Dari Narkoba di Kota Banjarmasin.
Baca Juga Perbedaan Penetapan Awal Muharam, Kemenag Kalsel: Jaga Ukhuwah Islamiyah
Menurutnya, program tersebut menjadi strategi yang efektif untuk menekan peredaran narkoba, tidak hanya di Kelurahan Telawang tetapi juga di wilayah Banjarmasin secara keseluruhan.
“Kami merasa bangga karena dipercaya menjadi bagian dari program ini. Ini merupakan langkah positif dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Telawang akan mewakili ajang penilaian KBDN tingkat Polda Kalimantan Selatan. Berbagai persiapan pun telah dilakukan, mulai dari penyediaan posko hingga sosialisasi kepada masyarakat.
“Posko sudah kami siapkan dan edukasi kepada warga terus dilakukan. Kami juga melibatkan pemuda karang taruna serta masyarakat dalam menjalankan program ini,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua RW 03 Telawang, Iswanto, mengaku bersyukur atas kehadiran Posko KBDN yang dinilai mampu menjadi benteng pencegahan terhadap peredaran narkotika di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki komitmen kuat untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Kami tidak ingin anak-anak dan generasi penerus terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Kehadiran posko ini membuat warga merasa lebih terlindungi,” katanya.