Target Kader Khatam Al Quran, PKS Tabalong Programkan Tadarus 1 Juz per Hari Selama Ramadhan
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Tabalong memprogramkan kegiatan khusus selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah, salah satunya tadarus Al Quran dengan target satu hari satu juz bagi seluruh kader di Tabalong.
Program ini disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Tabalong, Hj. Sumiati, kepada wartabanjar.com, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut ditujukan agar para kader mampu melaksanakan tadarus minimal satu juz setiap hari selama bulan suci Ramadhan.
Langkah ini, kata Sumiati, bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya memperkuat spiritualitas kader serta membangun budaya kedisiplinan ibadah di internal partai.
“Targetnya sederhana tetapi konsisten, satu hari satu juz. Kami ingin Ramadhan menjadi momentum penguatan ruhiyah kader,” ujar Sumiati.
Dorong Tahajud dan Pembentukan Karakter Spiritual
Selain program tadarus, para kader juga didorong untuk melaksanakan shalat tahajud minimal tiga kali dalam sepekan.
Program ini diharapkan dapat membentuk karakter kader yang tidak hanya aktif dalam aktivitas politik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
Buka Puasa Bersama hingga Pembagian Sembako
Sementara itu, Ketua DPD PKS Tabalong, H. Pahmi, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan Ramadhan tahun ini juga akan diisi dengan buka puasa bersama serta pembagian paket sembako bagi kader dan simpatisan.
Tak hanya itu, sehari sebelum memasuki bulan puasa, tepatnya pada 17 Februari 2026, PKS Tabalong dijadwalkan membagikan ikan segar jenis nila dan patin kepada masyarakat.
Program tersebut dimaksudkan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menyambut Ramadhan dengan semangat kebersamaan.
“Kami ingin Ramadhan menjadi momentum berbagi. Tidak hanya penguatan ibadah, tetapi juga kepedulian sosial,” kata Pahmi.
Anjangsana Ulama dan Silaturahmi Tokoh Masyarakat
Dalam rangka mempererat silaturahmi, PKS Tabalong juga akan melaksanakan kegiatan anjangsana kepada para ulama dan tokoh masyarakat di berbagai wilayah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi komunikasi politik yang santun serta berbasis pendekatan kultural.