Awal Puasa Ramadhan Berpotensi Berbeda, ini Imbauan MUI
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menerangkan pembelajaran itu seperti kajian tentang wihdatul mathali’ dan sa’atul mathali’, yakni bagaimana melihat bulan itu berdasarkan pada lokasi masing-masing.
"Ada yang menganggap seluruh dunia adalah satu kalender, satu mathla’, satu tempat terlihatnya bulan. Sehingga di satu negara yang dilihat bisa di sini juga sama-sama dianggap melihat dan memulai puasa," terangnya.
Kiai Cholil mempersilakan umat Islam untuk mempelajari itu sebagai bahan motivasi dan belajar ilmu. Namun, dia menegaskan pelajaran dan perbedaan yang ada jangan sampai dijadikan perpecahan.
"Tapi jadikan ikhtilaf ummati rahmat. Menjadi rahmat bagi kita untuk kita belajar lebih banyak," tegasnya. (Wartabanjar.com/MUI)
Editor Restu