WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kendati di proyek tahun lalu muncul keluhan sejumlah penerima manfaat, bahkan ada yang tidak bisa digunakan, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali hendak melaksanakan proyek pembangunan toilet dan septic tank individual untuk rumah warga tidak mampu.

Dana sudah ada di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1.217.590.000.

Jumlah toilet yang akan dibangun sebanyak 80 unit. 

Dengan demikian satu unitnya dianggarkan sekitar Rp15,2 juta.

Jumlah toilet yang akan dibangun sama dengan proyek pada APBD 2025, namun ketika itu anggarannya Rp 1 miliar. 

Baca juga: Air Darurat Mulai Dialirkan, PAM Bandarmasih Banjarmasin Tegaskan Hanya untuk MCK

Baca juga: WC Proyek Rp 1 Miliar APBD Banjarmasin Sulit Digunakan Warga

Bantuan toilet ditebar di berbagai kelurahan, yakni Basirih Selatan sebanyak 12 penerima manfaat, Sungai Jingah 11 penerima manfaat, Kelayan Selatan 13 penerima manfaat. 

Kelayan Tengah terdapat 17 penerima manfaat, Teluk Tiram  8 penerima manfaat, Tanjung Pagar 3 penerima manfaat, Pekapuran Raya 3 penerima manfaat, dan Belitung Utara 4 penerima manfaat. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Banjarmasin Yusna Irawan saat dikonfirmasi Wartabanjar.com, Senin (21/9/2026) sore, membenarkan adanya proyek tersebut. 

Ia juga mengonfirmasi bahwa proyek toilet dan septik dengan anggaran miliaran rupiah tersebut sepenuhnya dibiayai dari APBD 2026 Kota Banjarmasin, dan saat ini tinggal menunggu hasil lelang. 

"Benar di tahun 2026 ini kami ada program perbaikan atau pembuatan toilet individual di beberapa kelurahan dengan anggaran Rp1,2 miliar sekian, dan prosesnya saat ini lelang terbuka di Pokja LPSE (Kelompok Kerja Layanan Pengadaan Secara Elektronik)," kata Yusna di ruang kerjanya.

Dibeberkan Yusna, alasan di balik proyek tersebut yakni adanya anggota masyarakat yang tidak memiliki toilet di rumah dan demi terwujudnya permukiman yang sehat dan bersih. 

"Karena memang ini untuk kepentingan masyarakat, karena kita ingin memperbaiki toilet masyarakat utamanya mereka yang tidak memiliki toilet, dan agar mereka tidak membuang sanitasi yang kotor itu keluar," paparnya.