“Jangan melakukan langkah-langkah Jaka Sembung. Langkah yang gak ada hubungannya, contohnya kita menggelar pasar murah tapi yang disediakan minyak goreng, sedangkan komunikasi penyumbang inflasi justru berasal dari ikan atau cabai,” ujarnya.

Karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diminta segera menyiapkan data komoditas yang secara konsisten memicu kenaikan harga, sehingga langkah seperti operasi pasar atau subsidi dapat difokuskan secara tepat.

Rapat tersebut diharapkan tidak berhenti pada koordinasi semata, tetapi ditindaklanjuti dengan pengawasan dan evaluasi berkala. Dengan begitu, upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan, benar-benar terwujud dalam kebijakan yang konkret. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Rest