Selain itu, Pemkab HSS juga memberikan dukungan berupa pembangunan fasilitas sanitasi, seperti WC dan instalasi air bersih, termasuk sambungan rumah PDAM.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sendiri turut mendukung melalui pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU), khususnya jalan utama perumahan, dengan anggaran sekitar Rp1,3 miliar.
“PLN juga berperan dalam membantu pemasangan jaringan listrik untuk kawasan perumahan ini, sehingga hunian yang dibangun benar-benar siap huni,” tambah Rahmiyanti.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rumah berbasis komunitas ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BACA JUGA: Daftar Lengkap Harga Emas Antam Pagi ini Rabu 4 Februari 2026, Stabil di Rp 2,844 Juta Per Gram
Khusus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sasaran penerima manfaat adalah para petugas kebersihan.
“Peruntukan utamanya memang untuk MBR. Di HSS ini kebetulan MBR-nya yang sudah siap terkait peminatan dan usulan adalah para petugas kebersihan. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan program rumah komunitas seperti ini juga diperuntukkan bagi MBR lainnya,” tuturnya.
Program Rumah Inti Tumbuh Konvensional ini diharapkan menjadi model pembangunan perumahan berbasis kolaborasi yang berkelanjutan, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan terintegrasi. (wartabanjar.com/mckalsel)
Editor: Yayu







