Ketua Dekranasda Kalsel Hj. Fathul Jannah Terus Promosikan Produk UMKM Pengrajin Lokal di Ajang INACRAFT 2026
INACRAFT telah konsisten digelar selama lebih dari dua dekade sebagai etalase utama produk kerajinan Indonesia.
Mengusung tema besar "From Smart Village to Global Market," pameran ini tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga sarana memperluas akses pasar ekspor sekaligus memperkuat daya saing perajin di pasar domestik.
BACA JUGA: OTT KPK di Banjarmasin, Dugaan Suap
Pada tahun ini, tema tersebut diterjemahkan lebih dalam melalui konsep Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft.
ASEPHI menilai perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga keberlanjutan kriya nusantara, mulai dari proses kreatif hingga transformasi produk menjadi peluang usaha bernilai ekonomi.
Pendekatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi perempuan Indonesia dalam menggerakkan ekonomi kreatif dan menjaga warisan budaya di tengah tantangan global.
Penyelenggaraan INACRAFT 2026 juga tetap menjadi ruang temu yang penting bagi perajin dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan.
Dengan sistem kurasi dan pembagian zona berbasis produk, ASEPHI memastikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman dan terstruktur bagi pengunjung maupun pembeli.
Sebanyak 1.013 stand meramaikan pameran ini, terdiri dari 788 peserta individu, 208 stand Kementerian, BUMN, dan Dinas, serta 10 peserta luar negeri.
Kehadiran 21 island dari berbagai institusi dan 56 peserta kuliner di area Talam INACRAFT memperkaya pengalaman pengunjung yang ditargetkan mencapai 100.000 orang, termasuk 1.000 buyer internasional dari berbagai negara, yang dibuka untuk umum setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB dengan tiket masuk Rp35 ribu. (Rin/Adpim)
Editor: Yayu