WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Sedang ramai berita tentang pengungkapan berkas Epstein atau Epstein Files oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), mengungkap banyak sekali kejahatan yang dilakukan tokoh-tokoh penting dunia.
Di antaranya adalah simulasi pandemi COVID-19 yang disebut dilakukan oleh Jeffrey Epstein dan Bill Gates.
Pelaku kejahatan seksual anak yaitu Jeffrey Epstein dalam surat elektroniknya kepada bos Microsoft, Bill Gates, membahas tentang ‘simulasi pandemi’ pada 2017.
Ada banyak nama Bill Gates disebut dalam dokumen terkait Epstein, namun belum ada keterangan resmi terkait hal ini.
Namun Bill Gates memang diketahui berteman dengan Epstein sejak sekitar 2011.
Jeffrey Edward Epstein adalah seorang financier atau pengelola uang asal Amerika Serikat yang dikenal luas karena kekayaan dan koneksinya dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia.
Epstein dituduh menjalankan ‘jaringan luas’ gadis-gadis di bawah umur untuk tujuan seksual yang kemudian dibantahnya.
Mengutip berbagai sumber, Selasa (3/2/2026), berdasarkan surat elektronik bertanggal 3 Maret 2017 yang ditujukan kepada kontak bernama ‘Bill Gates’, subjek berjudul ‘Cakupan dan Hasil Kerja BGC3.’
BGC3 adalah perusahaan investasi privat yang mengelola sebagian kekayaan dan aktivitas investasi Bill Gates di luar Bill & Melinda Gates Foundation.
Fokus BGC3 bukan filantropi murni, melainkan investasi jangka panjang dan proyek strategis.
BGC3 ini juga dikenal terlibat dalam bidang teknologi dan inovasi, kesehatan dan bioteknologi, neuroteknologi, keamanan data dan sistem digital, hingga isu kesehatan global dan kesiapsiagaan pandemi.







