WARTABANJAR.COM, WASHINGTON DC – Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (AS) merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait kasus kejahatan seksual yang melibatkan Jeffrey Epstein, terpidana kasus perdagangan seks yang ditemukan meninggal dunia pada 2019.

Dokumen dalam jumlah besar tersebut diunggah ke situs resmi Departemen Kehakiman AS pada Jumat (30/1/2026), sebagai bagian dari pelaksanaan undang-undang terbaru bernama Epstein Files Transparency Act.

Undang-undang itu disahkan setelah tekanan publik selama berbulan-bulan, yang menuntut pemerintah membuka arsip sepenuhnya terkait jaringan kasus Epstein.

“Rilis hari ini menandai berakhirnya proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada publik Amerika dan kepatuhan terhadap undang-undang tersebut,” ujar Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, dikutip dari Associated Press.

Lebih dari 3 Juta Halaman, Ribuan Video dan Gambar

Menurut Todd Blanche, dokumen yang dirilis mencakup:

Lebih dari 3 juta halaman arsip

Lebih dari 2.000 video

Sekitar 180.000 gambar

Namun, sebagian materi masih ditahan karena dikhawatirkan dapat mengganggu penyelidikan yang masih berjalan, serta melindungi identitas dan informasi pribadi para korban.

Blanche juga menegaskan seluruh perempuan dalam foto, kecuali Ghislaine Maxwell, telah disamarkan identitasnya.

Kementerian Kehakiman menyebutkan total dokumen yang sempat ditinjau mencapai sekitar enam juta halaman karena banyak berisi salinan ganda dalam berbagai versi.

Nama Trump dan Bill Clinton Muncul dalam Dokumen

Perilisan terbaru ini melanjutkan dokumen sebelumnya yang dipublikasikan menjelang Natal 2025.

Saat itu, pemerintah merilis puluhan ribu halaman berupa foto, transkrip wawancara, catatan telepon, hingga dokumen pengadilan.

Sejumlah catatan penerbangan yang muncul menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump sempat menggunakan jet pribadi Epstein pada 1990-an, sebelum hubungan keduanya disebut memburuk.

Dokumen lain juga menampilkan foto-foto mantan Presiden AS Bill Clinton.

Meski demikian, baik Trump maupun Clinton tidak pernah didakwa dalam kasus hukum terkait Epstein dan keduanya membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein.

Dokumen sebelumnya juga mencakup transkrip kesaksian perempuan muda yang mengaku dibayar untuk melakukan tindakan seksual bersama Epstein.

Riwayat Kasus Jeffrey Epstein