Distanhorbun Tala Putar Otak Ajak Petani Tinggalkan 'Banih Tahun' Demi Lipat Gandakan Hasil
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut pun telah menyiapkan strategi khusus agar kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap beras "karo" tetap terpenuhi namun produksi tetap melimpah.
Strateginya adalah dengan mendorong petani menanam varietas unggul berdampingan dengan varietas lokal yang bermasa tanam pendek.
"Strateginya salah satu biar tetap masyarakat konsumsi yang beras yang karo ini, yang pera ini, jadi nanam unggul kemudian juga nanam lokal yang umur tapi pendek, yang 4 bulan.
Harapan kita pengennya kita unggul terus semua karena pertama umur pendek, produktivitas tinggi. Selisih 2 ton. Lumayan. Dan ini dua kali. Nah, 1 hektar bisa selisih hampir 4 ton. Berapa nanti kalau mau kita se-Tanah Laut kalikan," jelasnya.
Selain fokus pada peningkatan produksi, pemerintah juga menjamin perlindungan ekonomi bagi petani melalui kerja sama erat dengan Perum Bulog. Hal ini dilakukan untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan sesuai dengan ketetapan pemerintah.
"Ya kalau ini kan sesuai ketentuan ini pemerintah melalui Pak Presiden ya, untuk Bulog langsung ini bisa mengambil hasil panen petani dengan harga HPP kan 6,5 (ribu rupiah).
Alhamdulillah sudah mulai jalan di lapangan. Dan kelompok tani jual langsung akses dengan petugas dari Bulog itu. Dan kita pantau juga kalau ada ini kesulitan kita hubungkan dengan Bulog," pungkas Faried dengan nada optimis.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu