WARTABANJAR.COM, KOTABARU – Warga Desa Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, dibuat heboh oleh kemunculan fenomena alam langka berupa waterspout atau pusaran angin di atas permukaan laut.

Fenomena tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial Instagram pada Rabu (28/1/2026) sore.

Dalam unggahan akun @info_banjarmasin, waterspout tersebut terlihat jelas membentuk corong angin yang menjulur dari awan ke permukaan air, menyerupai puting beliung namun terjadi di lautan.

Fenomena Alam Langka yang Menyerupai Puting Beliung

Waterspout, atau dalam istilah lokal dikenal sebagai sengkayan, merupakan pusaran angin kuat berbentuk corong yang terbentuk di atas permukaan air seperti laut, danau, maupun sungai.

Fenomena ini mirip dengan puting beliung di daratan, tetapi muncul di wilayah perairan dan dapat menimbulkan bahaya bagi kapal kecil jika berada terlalu dekat.

Waterspout biasanya terbentuk dari awan cumulonimbus (Cb) akibat ketidakstabilan atmosfer, kelembapan tinggi, serta pertemuan angin dari arah berbeda.

Karakteristik Waterspout

Berikut beberapa ciri utama waterspout:

Pusaran angin berbentuk corong yang menjulur dari awan ke permukaan air

Terjadi di atas laut, danau, waduk, atau sungai

Dipicu oleh awan cumulonimbus dan kondisi cuaca ekstrem

Memiliki dua jenis:

Non-supercellular (lebih umum dan lemah)

Supercellular (lebih kuat dan berpotensi destruktif seperti tornado)

Berdurasi singkat, rata-rata 5–20 menit

Berbahaya bagi kapal dan aktivitas perairan karena angin kencang serta pusaran air

Imbauan Waspada Saat Cuaca Buruk

Fenomena waterspout lebih sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis, termasuk perairan Indonesia. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika cuaca mendung gelap disertai angin kencang.

Kemunculan waterspout di Kotabaru ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad