WARTABANJAR.COM - Kementerian Haji dan Umrah merilis pernyataan resmi terkait kabar dicoretnya Chiki Fawzi, putri almarhumah Marissa Haque dan Ikang Fawzi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Diketahui diklat Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi yang akan berakhir pada 30 Januari 2026.

Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi, Kolonel (Purn) Muftiono, menegaskan bahwa diklat merupakan bagian integral dari proses seleksi, bukan sekadar formalitas.

Baca Juga Suami di Banjarmasin Utara Mengamuk Saat Dibangunkan, Istri Laporkan ke Polisi

“Sejak hari pertama telah kami sampaikan bahwa diklat ini merupakan bagian dari proses seleksi. Mengikuti diklat tidak serta-merta menjadikan seseorang diangkat sebagai petugas haji,” ujar Muftiono saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dikutip Kamis (29/1).

Muftiono menekankan, tidak ada perlakuan istimewa bagi siapa pun dalam proses diklat PPIH.

Menurutnya, pemberian perlakuan khusus justru berpotensi merusak soliditas dan solidaritas tim yang kelak bertugas melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Pengelolaan diklat PPIH Arab Saudi dilakukan secara profesional oleh tim gabungan dari Kemenhaj, TNI, dan Polri, dengan penerapan disiplin tinggi.

Seluruh peserta diwajibkan mengikuti rangkaian pelatihan secara penuh, serius, dan tanpa pengecualian, mulai dari aspek disiplin, kesiapan fisik dan mental, penguasaan fikih haji, bahasa Arab, hingga kompetensi sesuai bidang layanan masing-masing.

“Kebijakan ini kami terapkan untuk memastikan bahwa petugas yang dilahirkan dari diklat ini memiliki kemampuan prima serta komitmen tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia, bukan petugas yang berniat ‘nebeng’ berhaji,” tegas Muftiono.

Dalam rilis tersebut juga ditegaskan, peserta yang tidak mampu mengikuti agenda pelatihan secara lengkap, tidak jujur dalam persyaratan, termasuk hasil pemeriksaan kesehatan (MCU), atau melanggar disiplin, dinyatakan dikeluarkan dari diklat.

Latar Belakang Polemik Chiki Fawzi
Sebelumnya, Chiki Fawzi sempat mengungkapkan kekecewaannya setelah dicoret dari daftar petugas haji 2026 secara mendadak.