Ketegangan antara Tehran dan Washington makin memuncak seiring kedua belah pihak saling memperingatkan tentang konsekuensi dari langkah agresif. Otoritas Iran menegaskan bahwa mereka akan memberikan balasan tegas dan kuat jika wilayahnya diserang, sementara sejumlah pakar parsial menyebut ancaman drone Iran menjadi “ancaman kredibel” terhadap aset militer asing di kawasan.
Pengembangan dan integrasi drone dalam skala besar ini menunjukkan fokus Iran pada kemampuan pertahanan yang bersifat asymmetrical warfare — yakni penggunaan unit tanpa awak massal untuk mengecoh pertahanan konvensional lawan dan meningkatkan posisi tawar negara dalam dinamika geopolitik global.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







