WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Upaya rekayasa lalu lintas yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru di Bundaran Simoang Empat Banjarbaru pada Sabtu (24/1/2026) kemaren, dinilai sebagai langkah positif, meski belum mampu menyelesaikan persoalan kemacetan secara menyeluruh.
Akademisi sekaligus pemerhati tata kota, Dr. Eng. Akbar Rahman, menyoroti kebijakan tersebut menunjukkan adanya upaya pemerintah kota dalam mencari solusi atas kepadatan lalu lintas di kawasan bundaran.
“Rekayasa ini sebenarnya sudah direncanakan sejak awal. Langkah uji coba itu positif karena pemerintah berusaha mencari solusi atas persoalan kemacetan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Baca Juga Video Syur Guru di Gunung Mas Terancam Disebar, Polisi Gadungan Minta Rp 20 Juta
Namun, ia menilai rekayasa lalu lintas di titik simpul hanya bersifat jangka pendek. Pasalnya, Bundaran Banjarbaru menjadi titik pertemuan berbagai koridor utama, baik dari dalam maupun luar kota.
Akbar menambahkan, beban lalu lintas di kawasan tersebut sudah melampaui kapasitas yang mampu ditampung bundaran.







