Rekayasa Lalu Lintas Banjarbaru Dihentikan, Perencanaan Pemkot Dinilai Belum Matang
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Penghentian mendadak rekayasa lalu lintas di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) kemaren, menuai sorotan.
Akademisi sekaligus pemerhati tata kota Dr. Eng. Akbar Rahman, menilai kebijakan tersebut menunjukkan lemahnya perencanaan sejak awal.
Dr. Akbar mengatakan, penghentian rekayasa yang awalnya direncanakan berlangsung selama satu pekan, lalu berubah menjadi tiga hari sebelum akhirnya dihentikan dihari yang sama, merupakan situasi yang tidak diprediksi sebelumnya.
Baca Juga Video Syur Guru di Gunung Mas Terancam Disebar, Polisi Gadungan Minta Rp 20 Juta
“Penghentian mendadak itu di luar prediksi. Ini menunjukkan perencanaannya belum matang dan belum mampu memprediksi respons masyarakat,” ujarnya dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarbaru yang cepat merespons masukan warga dengan menghentikan rekayasa lalu lintas.
“Langkah menghentikan rekayasa patut diapresiasi karena pemerintah mau mendengar aspirasi warga,” katanya.
Dr. Akbar juga menekankan pentingnya penyusunan skenario dalam setiap kebijakan rekayasa lalu lintas.
Ia berpesan, pemerintah seharusnya menyiapkan berbagai alternatif kebijakan sebelum diterapkan di lapangan.
“Dalam perencanaan harus ada plan A, plan B, plan C, sehingga risiko dan respons masyarakat bisa diantisipasi sejak awal,” ucapnya.
Ia juga menilai pemerintah perlu lebih terbuka dalam menyampaikan skenario kebijakan kepada publik agar masyarakat memahami proses pengambilan keputusan.
“Perencanaan ke depan harus lebih matang dan transparan, supaya kebijakan yang diambil tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” tandasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu