WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Persoalan kemacetan di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru dinilai tidak bisa diselesaikan hanya melalui rekayasa lalu lintas di titik simpul.
Pemerintah kota didorong untuk menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan jaringan jalan baru dan pengaturan arus kendaraan yang lebih luas.
Akademisi sekaligus pemerhati tata kota, Dr. Eng. Akbar Rahman, mengatakan Bundaran Banjarbaru saat ini menjadi titik pertemuan berbagai arus kendaraan dari sejumlah arah utama, mulai dari Martapura, Cempaka, Banjarmasin, hingga Sungai Ulin.
Baca Juga Video Syur Guru di Gunung Mas Terancam Disebar, Polisi Gadungan Minta Rp 20 Juta
“Kita harus sadar bahwa bundaran itu sudah menanggung beban yang terlalu besar. Tidak mungkin hanya dengan rekayasa sesaat lalu masalahnya selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Ia menambahkan, pembangunan jalan alternatif menjadi langkah paling strategis untuk mengurangi tekanan lalu lintas di bundaran. Ia menilai rencana pembangunan jalur baru yang sudah dirintis pemerintah kota perlu dipercepat.
“Kalau memang sudah ada rintisan jalan baru, ayo dipercepat. Itu yang paling realistis untuk mengurangi arus kendaraan yang masuk ke bundaran,” ungkapnya.
Selain itu, ia menilai rekayasa lalu lintas seharusnya tidak hanya dilakukan di bundaran, tetapi juga di ruas jalan sebelum kendaraan mencapai titik tersebut.
Pengaturan arus dari berbagai arah perlu dirancang sebagai satu sistem yang ter.
“Rekayasa harus diperluas jangkauannya, bukan hanya di bundaran. Dari arah Martapura, Cempaka, Banjarmasin, semuanya harus punya skenario masing-masing,” jelasnya.
