WARTABANJAR.COM, Jakarta – Dalam rapat dengar pendapat Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama perwakilan guru honorer pada Senin (2/2/2026), tangis seorang guru SDN Wanasari 01 Cibitung, Indah Permata Sari pecah di ruang sidang. Bukan drama, tapi luapan hidup yang terlalu lama ditekan. Pagi ia mengajar murid di sekolah dasar, sore harinya harus antar-jemput laundry demi menambah penghasilan.
Indah bukan pemalas, bukan pula kurang usaha. Ia seorang guru. Namun status “honorer” membuat hidupnya selalu berada di posisi serba tanggung. Gaji kecil, masa depan tak pasti, dan yang paling ironis, namanya tak tercatat di Dapodik. Akibatnya, informasi penting seeprti seleksi PPPK sering tak ia ketahui. Mau berjuang pun, pintunya seperti setengah tertutup.(Wartabanjar.com/vri/berbagai sumber)
Editor Video: Nata Prima
