WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Upaya transformasi sektor pertanian di Kabupaten Tanah Laut memasuki babak baru melalui digitalisasi dan modernisasi alat mesin pertanian (Alsintan).

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Tanah Laut mengonfirmasi penyaluran ribuan unit mesin untuk memacu produktivitas di Bumi Tuntung Pandang, Kamis (22/1/2026).

Langkah masif ini diambil untuk memastikan Kabupaten Tanah Laut tetap menjadi lumbung pangan utama, sekaligus menjawab tantangan regenerasi petani melalui pelibatan kaum muda dalam mengelola lahan-lahan potensial.

Baca Juga IndiHome Gangguan Nasional Siang Ini, Telkomsel Kerahkan Tim Teknis Percepat Pemulihan

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Sunarko, mengungkapkan bahwa intensitas bantuan yang mengalir ke Tanah Laut dalam dua tahun terakhir sangat luar biasa.

Berdasarkan akumulasi data periode 2024 hingga 2025, jumlah alat yang diterima telah mencapai ribuan unit.

"Untuk total alsintan yang diterima ada 1.180 unit di dua tahun berturut-turut.

Alat yang ada ini diperuntukkan untuk brigadir pangan, program CSR maupun oplah dari Menteri Pertanian," ujar Sunarko dalam sesi wawancara.

Menariknya, sasaran distribusi alat ini difokuskan pada "Brigade Pangan". Ini merupakan terobosan baru yang melibatkan petani milenial untuk menggarap program Optimasi Lahan (Oplah) serta program CSR, dengan tetap mengedepankan sinergi bersama kelompok tani lokal yang sudah ada.

Modernisasi ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan visi besar Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk menciptakan pertanian yang mandiri dan berdaya saing tinggi di level nasional.

Namun, di balik bantuan yang melimpah ini, terdapat tanggung jawab besar terkait pemeliharaan aset negara tersebut.

Sunarko memberikan peringatan serius kepada seluruh kelompok penerima agar tidak lalai dalam merawat mesin-mesin tersebut.

"Karena kita sudah diberikan alsintan yang begitu banyak, diharapkan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan dipelihara. Jangan sampai terjadi masalah-masalah yang tidak perlu," tegasnya.

Guna mengantisipasi kendala teknis dan memperpanjang usia pakai alat, Distanhorbun juga membekali para operator dengan kemampuan mekanik.