Pasca Banjir Awang Landas! Wabup HST Gandeng Sahabat Berbagi Salurkan Bantuan untuk Warga dan Masjid
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak bencana. Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi, turun langsung menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat Dusun Awang Landas, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kamis (22/1/2026) siang.
Penyaluran bantuan dipusatkan di Masjid Nurul Huda Awang Landas dan merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab HST dan komunitas sosial Sahabat Berbagi sebagai bentuk kepedulian pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Dalam kegiatan itu, Wabup HST menyerahkan sejumlah bantuan perlengkapan ibadah berupa 20 mukena untuk jamaah perempuan, 50 sarung bagi jamaah laki-laki, serta dua unit kipas angin untuk menunjang kenyamanan Masjid Nurul Huda. Selain itu, bantuan uang tunai juga diberikan kepada 57 warga yang terdampak banjir.
Gusti Rosyadi Elmi menegaskan, bantuan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana.
“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada warga yang terdampak banjir. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu proses pemulihan,” ujarnya.
Sementara itu, Pembakal Sungai Buluh, Suriani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemkab HST dan Sahabat Berbagi atas perhatian yang diberikan kepada warga Awang Landas.
“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati HST dan Sahabat Berbagi. Bantuan ini sangat bermanfaat dan semoga menjadi ladang pahala,” ucapnya.
Suriani juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Masjid Nurul Huda Awang Landas telah menerima bantuan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan yang disalurkan melalui Pemkab HST sebesar Rp15 juta. Dana tersebut digunakan untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas masjid.
“Bantuan itu kami manfaatkan untuk membeli kayu gelagar, 40 batang bambu, 20 lembar seng, pembangunan WC masjid, serta pengadaan sound system,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pembangunan dan perbaikan masjid dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat, mencerminkan kuatnya solidaritas warga.