WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menolak rencana perluasan sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan mencakup lansia, tenaga pendidik, dan tenaga administrasi sekolah karena dianggap sudah melenceng dari tujuan awal program. Menurut dia, MBG semestinya fokus pada pemenuhan gizi kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Yahya menyambut baik upaya memperluas penerima manfaat seperti anak dari pernikahan siri dan yang putus sekolah, tetapi menegaskan bahwa lansia dan guru bukan merupakan target utama MBG sehingga perlu kajian ulang. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi efektivitas gizi dan dampaknya terhadap penurunan angka stunting di kelompok prioritas.
Legislator dari Golkar itu mengungkapkan bahwa perluasan sasaran tersebut berpotensi menyimpang dari fokus awal program MBG yang ditujukan untuk meningkatkan status gizi anak dan kelompok rentan lain, serta berbeda dengan praktik di negara lain yang umumnya hanya menyasar anak usia sekolah.
Yahya juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan tim di daerah untuk memperketat pengawasan pelaksanaan SOP distribusi MBG serta mengevaluasi apakah tujuan peningkatan kualitas gizi benar-benar tercapai, bukan sekadar jumlah penerima.













