Cuaca Tak Menentu, Petani Cabai di Banjarbaru Keluhkan Gagal Panen
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Sejumlah petani cabai di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan mengeluhkan gagal panen setelah dilanda cuaca ekstrem.
Perubahan cuaca yang tidak menentu, antara hujan dan panas, membuat tanaman cabai tidak mampu bertahan hingga masa panen.
Salah satu petani cabai di Jalan Caraka Ujung, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Sedio, mengaku hampir seluruh tanaman cabainya rusak dan mengering.
Baca Juga Waspada, Mahasiswa ULM Jadi Korban Begal Payudara dekat Jembatan Barito
Kondisi tersebut terjadi sekitar dua pekan terakhir saat tanaman mulai memasuki masa panen.
“Saat panen banyak cabai yang kering, sudah setengah bulanan kira-kira karena pengaruh hujan panas dan jadi gagal semua,” ujarnya.
Menurut Sedio, meski sebelumnya tanaman cabai sempat menghasilkan, perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba membuat tanaman tidak mampu bertahan.
Dari lahan yang biasanya menghasilkan sekitar 100 kilogram cabai, hasil panen kali ini jauh dari harapan.
“Di sini sebenarnya sudah dapat hasil, tapi sekarang rusak,” tambahnya.
Akibat kondisi tersebut, petani tidak bisa menikmati hasil panen secara maksimal pada awal tahun 2026. Bahkan, sebagian besar tanaman mati sebelum sempat dipetik.
“Sekarang ini nggak bisa puas lah petani panen cabai, separuhnya meninggal, separuhnya dapat,” katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan petani lain di wilayah yang sama. Pardi, petani cabai setempat, menyebut hampir seluruh lahan cabai di sekitar lokasi terdampak kerusakan dengan luas mencapai hampir dua hektare.
“Semua cabai petani lain juga. Kalau musim kemarau biasanya bisa panen 250 kilogram, ini jauh berkurang,” tandasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu