WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Biaya belanja susu dan buah-buahan untuk Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda viral di medsos dan banjir kritik dari masyarakat.

Pasalnya, anggaran 2026 untuk keperluan tersebut mencapai Rp229.048.800 setahun.

Adapun perinciannya Rp104.788.800 untuk belanja buah-buahan dan Rp124.260.000 alokasi belanja susu.

Berdasar pantauan Wartabanjar.com, informasi anggaran belanja susu dan buah untuk Wakil Wali Kota Banjarmasin itu mencuat pada Rabu (6/5/2026).

Unggahan di salah satu akun Instagram itu langsung banjir komentar dan kritikan dari warga.

Secara umum mereka mempertanyakan alasan dan urgensi penggunaan uang rakyat untuk keperluan penyediaan susu dan buah-buahan bagi Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Bahkan, tidak sedikit netizen yang mendesak Hj. Ananda untuk merespons hal tersebut.

Apalagi Hj. Ananda selama ini sangat aktif di medsos guna memperlihatkan aktivitas kesehariannya baik sebagai pribadi maupun Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Namun, Hj. Ananda tampaknya memilih untuk tidak berkomentar.

Baru pada Minggu (10/5/2026), Plt. Kabag Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli "turun tangan" menanggapi hal tersebut.

Kepada pers di Banjarmasin, dia menegaskan anggaran tersebut merupakan bagian dari fasilitas operasional kepala daerah yang telah diatur dalam ketentuan dan regulasi pemerintahan.

Namun, penggunaan anggaran tersebut tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Bahkan, kata Ahmad Zazuli, apabila anggaran tersebut belum direalisasikan maka akan dikembalikan ke kas daerah.

Bagaimana jika sudah dibelanjakan? Dia mengatakan barang-barang tersebut akan dialihkan untuk membantu masyarakat yang rentan dan membutuhkan.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada anggaran yang terbuang sia-sia.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti komitmen Pemko Banjarmasin dalam menjaga kepercayaan publik.

Ahmad Zazuli juga mengatakan Pemko Banjarmasin menilai mencuatnya permasalahan tersebut merupakan bentuk kritik publik untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, bersih dan bertanggung jawab.

“Pengawasan publik itu penting. Kami terbuka dan berkomitmen terus melakukan perbaikan,” ucapnya. (Wartabanjar.com/dwisud)

Editor: Yayu