VIRAL! Video Bayi Berselimut Uang Tunai, Netizen Ingatkan: "Nanti Kalau Dewasa Ia akan Mengejar Dunia"
WARTABANJAR.COM – Sebuah video yang beredar luas di media sosial Instagram mengundang perhatian warganet. Dalam unggahan tersebut, seorang ibu terlihat menampilkan bayinya yang sedang terbaring dengan tubuh diselimuti tumpukan uang tunai.
Alih-alih menuai pujian, video itu justru memicu beragam reaksi keras dari netizen. Banyak yang menilai aksi tersebut tidak bijak, terutama karena uang kertas dikenal sebagai salah satu benda yang mengandung banyak kuman dan berpotensi membahayakan kesehatan bayi.
Tak sedikit pula warganet yang menyoroti makna di balik unggahan tersebut. Sebagian menilai video itu sebagai bentuk pamer kekayaan, sementara yang lain mengaitkannya dengan nilai-nilai moral dan pola asuh anak.
“Nanti dewasa ia akan mengejar dunia,” tulis salah satu netizen, menyiratkan kekhawatiran soal orientasi hidup sang anak di masa depan.
Netizen Bereaksi: Dari Sindiran hingga Kekhawatiran
Kolom komentar pun dipenuhi beragam tanggapan, mulai dari kebingungan, sindiran tajam, hingga kritik bernada serius. Berikut beberapa komentar yang ramai disorot:
“Sekira apa jar.”
“Mksd-nya apa.”
“OKB 😂.”
“Jahiliyyah.”
“CEO dari lahir jaer 😂.”
“Aku aja kada kaya ini banar, karna kada ada duitnya.”
“Kaya boleh, tapi jangan gobss deh 🤓.”
“Ekspresi bayi:”
“Bukti akal sehat nggak bisa dibeli.”
“Mau dijadiin tumbal pesugihan?????”
Tak sedikit pula warganet yang mempertanyakan tujuan unggahan tersebut, apakah sekadar konten hiburan, simbol keberuntungan, atau hanya ingin mencari perhatian.
Sorotan Etika dan Kesehatan
Di luar pro dan kontra, sejumlah pengguna media sosial mengingatkan bahwa uang kertas sering berpindah tangan dan berisiko membawa bakteri serta virus. Menjadikan uang sebagai properti yang bersentuhan langsung dengan bayi dinilai kurang memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan anak.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti maksud sang ibu mengunggah video tersebut. Namun satu hal yang jelas, konten itu telah menjadi bahan diskusi publik tentang batas antara kebebasan berekspresi, etika bermedia sosial, dan tanggung jawab orang tua terhadap anak.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad