Agus menegaskan, peluang transaksi devisa ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi Bank Kalsel.

“Pada intinya, potensi ini sangat besar dan bisa dimanfaatkan secara optimal, baik dari transaksi devisa SDA maupun transaksi devisa reguler lainnya,” pungkasnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu