IRAN BERGEJOLAK! Korban Tewas Kerusuhan Tembus 500 Orang, Lebih 10 Ribu Demonstran Ditangkap
WARTABANJAR.COM, TEHERAN – Situasi Iran kian mencekam. Jumlah korban tewas akibat kerusuhan besar yang melanda negara tersebut dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai 500 orang per 11 Januari 2025.
Laporan itu disampaikan kelompok hak asasi manusia HRANA yang berbasis di Amerika Serikat. Mereka mencatat sedikitnya 490 pengunjuk rasa dan 48 aparat keamanan tewas, sementara lebih dari 10.600 orang telah ditangkap selama gelombang demonstrasi berlangsung.
Kerusuhan terus meluas di tengah ketegangan politik internasional. Pemerintah Iran memperingatkan akan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat jika Presiden Donald Trump benar-benar merealisasikan ancaman intervensi atas nama para demonstran.
Trump diketahui berulang kali menyatakan siap turun tangan apabila pemerintah Iran menggunakan kekerasan terhadap massa aksi. Ia bahkan dijadwalkan menerima pengarahan khusus pada 13 Januari terkait berbagai opsi terhadap Iran, mulai dari serangan militer, operasi siber rahasia, perluasan sanksi, hingga dukungan digital bagi kelompok oposisi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf melontarkan peringatan keras kepada Washington.
“Jika Iran diserang, maka wilayah pendudukan Israel serta seluruh pangkalan dan kapal Amerika Serikat akan menjadi target sah kami,” tegas Qalibaf.
Demonstrasi di Iran sendiri bermula sejak akhir Desember akibat krisis mata uang yang semakin membebani kehidupan rakyat. Namun, aksi tersebut berkembang menjadi gerakan besar yang menuntut perubahan menyeluruh terhadap sistem pemerintahan yang dinilai otoriter.
Pemerintah Iran telah mengancam akan menindak tegas para demonstran. Berbagai laporan kelompok hak asasi manusia menyebut puluhan orang tewas dalam operasi penertiban sebelumnya, sebelum akhirnya angka korban melonjak drastis dalam beberapa pekan terakhir.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan pemerintah tidak akan mundur menghadapi gelombang protes.
“Kami tidak akan goyah menghadapi tekanan dan kerusuhan,” ujar Khamenei dalam pernyataannya.
Kondisi ini menempatkan Iran di ambang krisis politik dan kemanusiaan yang lebih besar, dengan risiko eskalasi konflik internasional yang semakin sulit diprediksi.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad