Hampir Dua Pekan Banjir Rendam Kelampayan Tengah, Warga Bertahan Tanpa Mengungsi
WARTABANJAR.COM, BANJAR - Banjir yang melanda Desa Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, telah berlangsung hampir dua pekan dan hingga kini masih merendam permukiman warga.
Salah seorang warga RT 2 Kelampayan Tengah, Hasan, mengatakan banjir mulai menggenangi kawasan tersebut sejak hari Rabu (24/12/2025), bertepatan menjelang momen 5 Rajab.
Air kemudian terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada hari Sabtu.
Baca Juga Puncak Banjir Rob di Banjarmasin Masih Terjadi Hari ini
“Rumah-rumah sudah mulai terendam sejak Rabu dan Kamis. Puncaknya itu hari Sabtu,” ujar Hasan, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, banjir telah berlangsung sekitar 13 hari. Meski sempat surut selama satu hingga dua hari, air kembali naik pada malam hari.
“Semalam air naik lagi mulai sekitar jam enam sore sampai subuh,” katanya.
Hasan menyebut banjir merata hampir di seluruh wilayah desa. Di dalam rumah warga, ketinggian air mencapai sekitar 12 sentimeter atau setinggi mata kaki orang dewasa.
“Di RT sini saja ada sekitar 195 rumah. Kalau total se-Kelampayan Tengah sekitar 400 rumah, hampir semuanya terdampak,” jelasnya.
Meski banjir cukup lama, sebagian besar warga masih memilih bertahan di rumah dan belum mengungsi.
Untuk beristirahat, ia bersama keluarga memanfaatkan sofa atau perabot yang posisinya lebih tinggi dari genangan air.
“Tidur di atas sofa, belum ada yang mengungsi,” ujarnya.
Untuk pasokan listrik, Hasan mengatakan hingga kini masih aman. Namun, warga tetap waspada apabila sewaktu-waktu listrik dipadamkan oleh PLN jika trafo terdampak banjir.
“Listrik masih menyala, colokan dipasang di atas. Kecuali kalau nanti PLN memadamkan karena trafo terendam,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu