WARTABANJAR.COM, BANJAR – Di tengah banjir yang masih merendam Desa Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, warga mengeluhkan bantuan yang dinilai belum merata, terutama terkait kebutuhan air bersih.
Hasan, warga RT 2 Kelampayan Tengah, mengatakan hingga banjir memasuki hampir dua pekan, bantuan yang diterima warga masih bersifat terbatas dan belum menyeluruh.
“Bantuan secara menyeluruh belum ada. Ada bantuan dari Wakil Gubernur, tapi hanya sampai ke RT 1, RT 2 tidak sampai,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Baca Juga Puncak Banjir Rob di Banjarmasin Masih Terjadi Hari ini
Selain itu, bantuan juga sempat datang dari pihak keluarga Bupati Banjar, namun jumlahnya terbatas. Bantuan sembako dari pemerintah desa pun baru dibagikan pada waktu subuh.
“Dari pembakal ada bantuan sembako, tapi baru tadi subuh dibagikan,” kata Hasan.
Untuk bantuan kesehatan, Hasan menyebut Dinas Kesehatan sempat membagikan obat-obatan.
Namun pembagiannya dilakukan secara singkat dan tidak menyentuh seluruh rumah warga. “Obat-obatan ada dari Dinas Kesehatan semalam, dibagikan sambil lewat saja,” tuturnya.
Hasan menilai, kebutuhan paling mendesak yang saat ini dirasakan warga Kelampayan Tengah adalah ketersediaan air bersih.
Berbeda dengan Kelampayan Ulu dan Kelampayan Ilir, wilayah Kelampayan Tengah belum memiliki sistem pengelolaan air bersih yang memadai.
“Kelampayan Ulu punya air bersih sendiri, Kelampayan Ilir juga. Hanya Kelampayan Tengah yang tidak punya air bersih yang dikelola desa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fasilitas sumur bor yang sudah dibangun namun tidak berfungsi, sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh warga.

