Banjir di Sungai Tabuk Keramat hingga Paha Orang Dewasa, Salasiah Berharap Bantuan Segera Merata
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Banjir yang melanda kawasan permukiman warga di Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar kembali memaksa masyarakat bertahan di tengah genangan air yang tak kunjung surut.
Salah satu warga terdampak, Salasiah, warga RT 03, mengaku banjir kali ini menjadi yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Lebih dari seminggu ini sudah terendam,” ujar Salasiah saat ditemui, Minggu (4/1/2026).
Ia menuturkan, banjir mulai naik secara bertahap sejak sebelum peringatan 5 Rajab.
Tidak seperti di daerah lain yang airnya datang secara tiba-tiba, di wilayahnya genangan meningkat perlahan dari hari ke hari.
“Naiknya sedikit demi sedikit,” katanya.
Ketinggian air pun bervariasi.
Di sekitar rumah, genangan mencapai lutut orang dewasa, sementara di dalam rumah, air bahkan sempat setinggi paha.
“Kalau di dalam rumah saya sudah sampai paha orang dewasa,” ungkapnya.
Untuk bertahan, Salasiah dan keluarganya terpaksa membuat panggung kayu di dalam rumah agar tetap bisa beraktivitas.
Ia menyebut, di rumah tersebut tinggal beberapa anggota keluarganya, termasuk anak dan menantunya.
“Pakai panggung kayu. Anak saya banyak, ada anak dan menantu juga tinggal di sini,” tuturnya.
Terkait bantuan, Salasiah mengaku hingga kini belum banyak menerima.
Bantuan baru mulai datang pada hari wawancara dilakukan, sementara sebelumnya hanya sempat mendapatkan bantuan makanan, itupun belum menjangkau seluruh wilayah permukiman.
“Belum ada lagi, baru hari ini saja. Kemarin cuma dapat nasi, tetapi tidak sampai ke bagian dalam,” katanya.
BACA JUGA: Waspada Puncak Banjir Rob di Kota Banjarmasin Hari ini Mulai Jam 4 Sore
Sebagai warga yang hampir setiap tahun menghadapi banjir, Salasiah berharap kondisi kali ini segera membaik.
Ia juga berharap bantuan dapat segera disalurkan secara merata kepada seluruh warga terdampak.
“Mudah-mudahan cepat surut saja. Bantuan juga semoga ada dan merata untuk semuanya,” harapnya.
Ia menambahkan, meskipun banjir sudah menjadi langganan tahunan, ketinggian air tahun ini dirasakan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.