Gubernur H. Muhidin Terus Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Berbagai Wilayah
Setibanya di Desa Pesayangan, bantuan berupa 300 paket sembako yang diangkut menggunakan satu unit kendaraan pikap langsung disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir yang telah berlangsung hampir sepekan.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel, H. Berkatullah mengatakan seluruh elemen Pemprov Kalsel turut diterjunkan ke daerah-daerah yang terdampak banjir.
“Kami saat ini meninjau lokasi banjir atas instruksi Bapak Gubernur. Seluruh elemen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turun langsung ke daerah-daerah yang terdampak banjir,” ujarnya.
Berkatullah menambahkan, kehadiran pemerintah di lokasi terdampak merupakan bentuk penyampaian amanah Gubernur kepada masyarakat, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga pemantauan kondisi banjir secara langsung.
“Hari ini kami menyampaikan amanah beliau, yaitu memberikan bantuan sekaligus mengecek kondisi banjir yang terjadi di lapangan. Saat ini kami berada di Desa Pasayangan, RT 07,” kata Berkatullah.
Ia juga berharap banjir segera surut sehingga masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa.
BACA JUGA: RAMADAN 1447 H! Muhammadiyah Tetapkan Puasa 18 Februari 2026, Pemerintah Masih Tunggu Sidang Isbat
Kata Warga Terdampak Banjir
Banjir di kawasan Pesayangan terjadi sejak Sabtu (27/12/2025).
Ketinggian air yang terus meningkat sejak pagi hari menyebabkan sejumlah warga terpaksa mengungsi dan meninggalkan rumah mereka.
Seorang warga terdampak, Zainuddin, mengatakan air mulai naik sejak Sabtu pagi dan tidak surut hingga beberapa hari berikutnya.
Ia menjelaskan, kondisi banjir tahun ini lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya.
Ia menyebut banjir ini kiriman dari kabupaten tetangga.
“Air terus bertahan sampai malam Sabtu, malam Minggu, dan malam Senin,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada Senin malam bantuan logistik telah disalurkan kepada sekitar 300 kepala keluarga terdampak, berupa nasi dan lauk pauk yang dibagikan secara merata kepada seluruh warga.
Akibat banjir ini, Zainuddin terpaksa mengungsi dan bermalam di luar rumah yang masih terendam air.