Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Siap Jadi Ikon Religi Kalsel

“Dengan adanya badan pengelola, pemanfaatan kawasan akan lebih optimal,” tambahnya.

Ke depan, pengembangan kawasan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari akan dilakukan secara bertahap. Beberapa fasilitas pendukung seperti kolam dan area terbuka hijau direncanakan dilanjutkan pada tahun berikutnya, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah.

Sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan, kawasan masjid juga akan ditanami berbagai jenis tanaman buah agar kawasan tetap hidup, asri, dan menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Harapan pimpinan daerah, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang aktivitas yang hidup,” jelas Yasin.

Dari sisi anggaran, pembangunan lanskap masjid menyerap dana sekitar Rp56 miliar, sedangkan pembangunan bangunan utama menelan anggaran Rp121 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Selatan. Total anggaran pembangunan secara keseluruhan mencapai Rp177 miliar.

Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dibangun dengan konsep ruang terbuka di atas lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 3.000 jemaah. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini diharapkan menjadi destinasi wisata religi yang memperkuat identitas Kalimantan Selatan.

Ia menerangkan Pada 2025, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian sayap kiri dan kanan bangunan penunjang sebelum diserahkan kepada Biro Kesra sebagai pengelola.

“Kami berharap ke depan sarana penunjang di dalam masjid, seperti mebeler, karpet, dan perlengkapan lainnya dapat segera dilengkapi agar masjid dapat dimanfaatkan secara maksimal,” tutupnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)

Editor Restu