FILM TIMUR! Iko Uwais dan Raffi Ahmad Donasikan Pendapatan Tiket untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Film laga-drama terbaru bertajuk TIMUR karya Iko Uwais bersama Raffi Ahmad resmi mengumumkan langkah kemanusiaan yang menyentuh hati. Sebagian pendapatan dari penayangan film ini akan disalurkan untuk membantu para korban bencana alam di wilayah Sumatra dan Aceh.
Pengumuman tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus ajakan kepada publik untuk ikut berkontribusi melalui dukungan terhadap karya film nasional. Melalui film ini, penonton tidak hanya disuguhi aksi menegangkan, tetapi juga ikut ambil bagian dalam gerakan solidaritas kemanusiaan.
Film TIMUR sendiri resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025. Karya ini menjadi debut penyutradaraan Iko Uwais, yang sekaligus tampil sebagai pemeran utama. Film ini terinspirasi dari kisah nyata Operasi Mapenduma, sebuah misi pembebasan sandera di pedalaman Papua yang sarat risiko, pengorbanan, dan nilai kemanusiaan.
Mengusung genre laga-drama, TIMUR menyajikan pendekatan yang realistis dan emosional. Tidak hanya mengandalkan koreografi pertarungan khas Iko Uwais, film ini juga menyoroti tekanan mental prajurit, ikatan persaudaraan, serta dilema kemanusiaan di tengah operasi militer berbahaya.
Film produksi Uwais Pictures ini ditulis oleh penulis skenario kawakan Titien Wattimena dan didukung jajaran pemain ternama, seperti Jimmy Kobogau, Aufa Assagaf, Yasamin Jasem, Yusuf Mahardika, Fanny Ghassani, Kiki Narendra, Andri Mashadi, serta sejumlah aktor lainnya.
Salah satu keunggulan TIMUR terletak pada standar produksinya yang disebut-sebut mendekati level internasional. Penggunaan helikopter asli dalam adegan aksi menjadi bukti keseriusan tim produksi dalam menghadirkan visual yang autentik dan berkelas.
Lebih dari sekadar tontonan hiburan, TIMUR membawa pesan kuat tentang empati dan solidaritas. Keputusan untuk mendonasikan sebagian hasil penjualan tiket bagi korban banjir dan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menegaskan bahwa film ini lahir dengan misi sosial yang nyata.