Dobrak Stigma Inferioritas, Kadisdikbud Tala Tantang Kader Kohati Nasional Pimpin Perubahan
Ukuran Huruf:
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi tantangan psikologis yang sering menjadi tembok penghalang bagi perempuan untuk tampil di garda terdepan.
"Poin yang paling mengena bagi saya adalah seruan untuk mendobrak batas diri. Seringkali musuh terbesar kepemimpinan perempuan adalah insecurity atau rasa tidak percaya diri. Forum ini, dengan kehadiran narasumber hebat seperti beliau, menjadi momentum bagi kami untuk bangkit dan membuktikan kualitas kader Kohati," pungkasnya optimistis.
Agenda materi ke-13 ini berakhir menjelang magrib, memberikan bekal intelektual yang kuat bagi para peserta sebelum melanjutkan pendalaman materi dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) pada malam harinya. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu