WARTABANJAR.COM – Jumlah kasus HIV di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan tren penurunan pada 2025.
Dari 690 kasus pada 2024, angka tersebut turun menjadi 630 kasus pada 2025.
Penurunan ini dinilai sebagai dampak dari efektivitas pencegahan, pengobatan, dan perluasan layanan screening HIV.
Baca Juga BREAKING NEWS Kebakaran di Rental PS Jalan Adhyaksa
Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin.
“Peningkatan kasus pada 2024 bukanlah hal negatif, karena itu menandakan keberhasilan edukasi dan semakin banyak masyarakat yang melakukan tes. Dengan deteksi dini, tindak lanjut dan terapi dapat segera diberikan,” ujarnya.
Dalam peringatan tersebut, KPA Kalsel menghadirkan sejumlah layanan kepada masyarakat, di antaranya edukasi HIV-AIDS, senam sehat, aksi simpatik, konseling psikologi, konseling menyusui, serta pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang hadir.
Diauddin menekankan bahwa HIV-AIDS bukan hanya soal angka statistik, melainkan menyangkut kehidupan manusia. Menurutnya, satu kasus HIV memiliki dampak besar bagi individu dan keluarganya.
“Di balik setiap angka ada wajah, cerita, dan perjuangan. Bagi penderita, satu kasus bukan sekadar statistik, tetapi menyangkut seluruh hidupnya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris KPA Provinsi Kalimantan Selatan, Sukamto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, mitra layanan, Pemerintah Kota Banjarmasin, hingga pengelola Menara Pandang.

