Jumlah Penderita HIV di Kalsel pada 2025 Capai 630 Kasus

Diauddin menekankan bahwa HIV-AIDS bukan hanya soal angka statistik, melainkan menyangkut kehidupan manusia. Menurutnya, satu kasus HIV memiliki dampak besar bagi individu dan keluarganya.

“Di balik setiap angka ada wajah, cerita, dan perjuangan. Bagi penderita, satu kasus bukan sekadar statistik, tetapi menyangkut seluruh hidupnya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris KPA Provinsi Kalimantan Selatan, Sukamto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, mitra layanan, Pemerintah Kota Banjarmasin, hingga pengelola Menara Pandang.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kalimantan Selatan, serta mendorong tercapainya target eliminasi penularan HIV pada 2030.

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 juga diisi dengan penyampaian pesan solidaritas, bahwa HIV bukan akhir dari kehidupan dan bahwa setiap orang berhak mendapatkan layanan kesehatan tanpa diskriminasi. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)

Editor Restu