WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Atmosfer politik Lampung Tengah mendadak berguncang hebat! Bupati Ardito Wijaya, yang baru dilantik sembilan bulan lalu, resmi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (10/12/2025). Ironinya, sang bupati baru sehari menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.
Dalam operasi senyap tersebut, sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah turut diamankan. Mereka diduga terlibat transaksi suap terkait pengesahan RAPBD.
“Benar,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto singkat, Rabu malam.
Semua pihak yang diamankan kini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Status hukum mereka akan diumumkan hari ini.
Dari Dokter Teladan hingga Bupati—Lalu Tersandung OTT
Ardito Wijaya, lahir di Bandar Jaya pada 23 Januari 1980, kini berusia 45 tahun saat terseret kasus korupsi tersebut.
Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Trisakti (lulus 2008) dan melanjutkan S2 Kesehatan Masyarakat di Universitas Mitra Indonesia (2024).
Kariernya dimulai dari Puskesmas Seputih Surabaya (2010–2011), dilanjutkan ke Puskesmas Rumbia (2011–2012). Ia kemudian naik jabatan menjadi Kabid P2PL Dinas Kesehatan Lampung Tengah (2014–2016).
Langganan Menang Pilkada, Dua Kali Kalahkan Mantan Atasan
Ardito mulai memasuki dunia politik pada Pilkada 2020. Berpasangan dengan Musa Ahmad, ia unggul telak dengan 323.064 suara.
Pada Pilkada 2024, Ardito kembali maju sebagai calon bupati bersama I Komang Suheri dan kali ini didukung PDI-P. Hasilnya kembali meyakinkan—menang 63,71 persen, menumbangkan Musa–Ahsan yang hanya meraih 36,29 persen.
