WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Pemerintah Kabupaten Banjar menyusun sejumlah langkah teknis untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan pada 2025.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan yang digelar Bappedalitbang Banjar di Aula BKDPSDM, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan yang diikuti 120 peserta dari perangkat daerah, lembaga vertikal, Baznas, CSR, camat, hingga unsur TKPK ini membahas evaluasi kondisi kemiskinan serta penguatan data dan program lintas sektor.

Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menyampaikan meskipun persentase kemiskinan Banjar pada 2025 tercatat terendah di Kalimantan Selatan yaitu 2,74 persen, jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan masih cukup besar, namun hal ini memerlukan penanganan yang lebih terukur.

"Beberapa kendala seperti akses pendidikan, layanan kesehatan, peluang pekerjaan dan infrastruktur perlu ditangani lebih serius. Dengan kerja kolaboratif, kita berharap intervensi dapat lebih tepat sasaran," ujarnya.

Habib Idrus juga menyoroti mulai diterapkannya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada 2025.

"Kami meminta seluruh perangkat daerah menyampaikan progres serta rencana kerja yang selaras dengan kebijakan pemutakhiran data tersebut," harapnya.

BACA JUGA: TRAGIS! Banjir Sumatera Sudah Tewaskan 964 Orang, 264 Masih Hilang, Pengungsi Terkepung Air

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Banjar, Nashrullah Shadiq, menyebutkan penanggulangan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan berbasis data.

"Sehingga optimalisasi sistem informasi serta sinkronisasi program antarlembaga sangat penting," tegasnya.

Nashrullah menambahkan, pemerintah akan memprioritaskan pemberian perlindungan sosial bagi masyarakat tidak produktif, sementara kelompok produktif didorong melalui program pemberdayaan dan penguatan modal.

"Jika pembukaan lapangan kerja dapat terus diperluas, kita optimis masyarakat produktif yang masih berada dalam kategori miskin bisa berangsur terentaskan," pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu