WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pengungkapan kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin kian memanas. Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin terus bergerak agresif, memanggil puluhan saksi dan menyisir dokumen penting untuk membongkar aliran anggaran pada proyek sewa komputer server, aplikasi, dan jaringan di jenjang Sekolah Dasar (SD).

Setelah resmi meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan, langkah cepat langsung diambil. Pada Senin (24/11/2025), tim kejaksaan menggeledah Kantor Disdik Banjarmasin, membawa sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan tindak pidana korupsi tersebut.

Tidak berhenti pada penggeledahan, upaya pengumpulan keterangan pun digenjot. Puluhan individu dari berbagai unsur telah dipanggil untuk menerangkan dugaan adanya penyimpangan pada kegiatan bernilai besar itu.

BACA JUGA: Kuliner Ikan Banua Bikin Heboh Jakarta: TP PKK Kalsel Sabet Juara Nasional di Harkannas 2025!

Kasi Intelijen Kejari Banjarmasin, Dimas Purnama Putra SH MH, mengungkapkan bahwa perkembangan pemeriksaan saksi kini cukup signifikan.

“Sudah sekitar 30-an orang saksi yang dimintai keterangan untuk sementara ini,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Menurut Dimas, jumlah saksi kemungkinan akan terus bertambah seiring pendalaman penyidikan. Tim kejaksaan memastikan setiap pihak terkait akan dipanggil untuk memperjelas konstruksi perkara.

“Bisa bertambah jumlahnya,” tegasnya.

Kasus ini diperkirakan akan menjadi salah satu pengungkapan terbesar di sektor pendidikan Banjarmasin tahun ini. Publik kini menanti perkembangan selanjutnya, termasuk potensi penetapan tersangka.(Wartabanjar.com/Frans)

editor: nur muhammad