Puskesmas Awayan Lanjutkan Inovasi “BAKULA”, Permudah Akses Kesehatan Warga di 23 Desa
Ukuran Huruf:
• Fokus khusus pada kelompok rentan
• Integrasi multi-program dalam satu kunjungan
• Pelibatan aktif kader kesehatan desa
• Dukungan ambulans desa gratis yang bisa dihubungi melalui WhatsApp
• Pelayanan bagi pasien terdata dan pasien baru yang ditemukan saat Posyandu/Posbindu
“Keunggulan BAKULA adalah keterpaduannya. Sekali turun ke desa, beberapa program bisa berjalan bersamaan sehingga pelayanan lebih merata dan efisien,” ujarnya.
Dampak Nyata di Lapangan
Sejak diterapkan, Puskesmas Awayan mencatat peningkatan signifikan:
- Layanan Menjangkau 23 Desa Secara Tuntas
Rata-rata 80 individu/keluarga terlayani per tahun melalui kunjungan rumah. - Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Meningkat
• Pelayanan lansia 2023: 100%
• Pelayanan lansia 2024: 100% (dipertahankan)
• Pelacakan TB 2023: 59,1%
• Pelacakan TB 2024: 107% - Pelayanan Terintegrasi Lebih Efisien
Intervensi kesehatan lebih cepat karena dilakukan bersamaan dengan kegiatan Posyandu, Posbindu, dan Perkesmas.
“Dengan BAKULA, target pelayanan meningkat dan warga yang dulunya sulit dijangkau kini mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ungkap dr. Winphy.
dr. Winphy berharap BAKULA dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menunggu sakit, tapi aktif memeriksa diri dan keluarganya. BAKULA hadir untuk memudahkan, terutama bagi kelompok rentan,” tutupnya. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu