Diterjang Gelombang Tinggi! Kru Kapal Harus Membuang Barang Bawaan Saat 4 Jam Terombang-Ambing di Laut Ketapang
WARTABANJAR.COM, KETAPANG – Perjalanan sebuah kapal klotok menuju Pulau Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat berubah menjadi momen penuh ketegangan setelah dihantam gelombang tinggi pada Kamis siang, 20 November 2025. Hembusan angin kuat memaksa kapal tak bisa melanjutkan perjalanan dan hanya bisa bertahan di tengah laut selama kurang lebih empat jam.
Dalam kondisi yang semakin tidak stabil, kru dan penumpang menghadapi situasi berat. Mereka terpaksa membuang sebagian barang bawaan untuk meringankan muatan kapal agar tetap mengapung dengan aman. Langkah ini dilakukan semata-mata demi keselamatan seluruh orang di atas kapal.
Meski demikian, kejadian ini menimbulkan sorotan terkait minimnya standar keselamatan pada kapal tersebut. Tidak terlihat adanya jaket pelampung maupun perlengkapan penyelamatan lainnya di dalam video dan foto yang beredar.
Insiden ini langsung menyedot perhatian warganet, yang memenuhi kolom komentar dengan rasa takut, simpati, hingga kritik terhadap keselamatan pelayaran:
“Ya Allah 😢”
“Kasian ya Allah 😢”
“Semoga Allah mengganti rezeki mereka, amin.”
“Kok ga ada pelampung?”
“Terlepas dari cuaca, kenapa tidak ada standar keselamatan seperti baju pelampung dll?”
“Teringat pengalaman diterjang badai di Laut Karimata 😢”
“Tolonglah pesawat datanglah bantu mereka, kasian juga 😭”
“Kalau sudah melihat kematian di depan mata, barang-barang pun dibuang demi selamat…”
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya pemenuhan standar keselamatan pelayaran, terutama di wilayah dengan kondisi laut yang mudah berubah ekstrem.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad